Ngeri! SUV Bongsor Ngebut di Tol, Nyalip dari Kiri Melintir Berujung Kecelakaan | Giok4D

Posted on

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

SUV bongsor terlibat kecelakaan di Tol Jatibening. Dalam rekaman kamera dashcam terlihat SUV bongsor itu ngebut, kemudian menyalip dari kiri jalan dan berujung melintir hingga menghantam pembatas jalan di sisi kanan.

Tiga mobil terlihat kebut-kebutan di jalan tol Jatibening pada Sabtu pagi (10/1/2026). Sebagaimana terlihat dalam rekaman video dashcam yang diunggah akun Instagram info_pondokgede, terlihat mulanya ada mobil putih dengan kecepatan tinggi di lajur 3. Tak berselang lama, muncul mobil lainnya di lajur 2 yang juga ngebut. Kedua mobil itu kemudian mengambil lajur 1 dan mepet ke bahu jalan untuk menghindari truk yang tengah berjalan di lajur 2. Selanjutnya muncul SUV bongsor dengan kecepatan tinggi muncul di lajur 3.

Mobil yang diduga Fortuner itu juga mengikuti dua mobil ngebut sebelumnya. Untuk menghindari truk, SUV bongsor itu hendak mengambil lajur 1 dekat bahu jalan hingga akhirnya melintir dan terseret menghantam pembatas jalan.

Belum diketahui lebih rinci soal kerugian ataupun korban dari kecelakaan ini. Terlihat SUV berkelir hitam itu sudah dalam posisi terbalik di lajur 4. Namun yang jelas, SUV bongsor sekelas Fortuner ataupun Pajero Sport memang bukan seharusnya kebut-kebutan di jalan tol. Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, mengatakan bahwa mobil-mobil SUV ladder frame tidak dijadikan kendaraan untuk kebut-kebutan di jalan tol.

Karena mobil dengan dimensi bongsor tersebut bisa kehilangan kestabilan, apabila dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol.

“Kendaraan-kendaraan yang big SUV rata-rata sasisnya ladder frame, antara sasis dan bodi tidak menyatu atau terpisah. Artinya, bodi mobil pada jenis sasis ini diletakkan di atas sasis lalu disambungkan. Bisa dikatakan secara bentuk lebih jangkung atau tinggi. Sehingga gejala limbung atau bounching yang terjadi lebih besar,” ujar Sony beberapa waktu lalu.

Ketika digunakan ngebut di jalan tol, Pajero Sport atau Fortuner kestabilannya mungkin tidak sebaik kendaraan dengan jenis sasis monokok. Kestabilan yang labil di kecepatan tinggi akan mempengaruhi handling. Di mana, hal ini bisa berakibat fatal terutama jika pengemudinya tak sigap. Ketika memacu SUV bongsor di kecepatan tinggi, seringnya berisiko membuat selip atau bahkan mudah terbalik. Ini bisa diakibatkan oleh terpaan angin dari depan ataupun samping.

Senada dengan Sony, praktisi keselamatan berkendara yang juga Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian juga menjelaskan bahwa dimensi kendaraan dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol.

“Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” terang Erreza.