Berikut ini deretan mobil dengan sistem penggerak roda belakang dengan harga Rp 200 jutaan.
Sistem penggerak mobil berbeda-beda tergantung dari kebutuhannya. Kalau kamu cari mobil dengan penggerak roda belakang dengan harga Rp 200 jutaan, tenang masih ada beberapa pilihannya.
Mobil Rp 200 Jutaan dengan Sistem Penggerak Roda Belakang
Di segmen Low MPV misalnya, satu-satunya model dengan sistem penggerak roda belakang ada Wuling Confero. Sistem penggerak pada Wuling Confero itu dipadukan dengan mesin 4 silinder DOHC berkapasitas 1.485 cc yang mampu menyemburkan tenaga 98 daya kuda dan torsi maksimal 135 Nm.
Selain Confero, mobil penggerak roda belakang seharga Rp 200 jutaan juga ada pada model Daihatsu Terios dan Toyota Rush. Terios setidaknya punya lima varian yang dibanderol Rp 245,55 juta hingga Rp 288,95 juta. Kembarannya, Toyota Rush juga punya dua varian dengan kisaran harga Rp 288,5 juta dan Rp 299,5 juta.
Sistem penggerak roda belakang pada Rush dan Terios itu dipadukan dengan mesin 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc. Mesin itu bisa menyemburkan tenaga 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 13.9 kgm pada 4.200 rpm.
Kelebihan Mobil dengan Penggerak Roda Belakang
Itu tadi pilihan mobil penggerak roda belakang dengan budget Rp 200 jutaan. Sistem penggerak roda belakang punya kelebihan tersendiri. Dengan sistem penggerak di belakang itu artinya tenaga mobil disalurkan melalui dua roda di belakang. Dikutip laman Daihatsu Indonesia, mobil dengan penggerak roda belakang menggunakan gardan sebagai penghubung transmisi mobil dengan mesin mobil.
Dengan demikian, beban kerja roda akan dibagi sesuai fungsinya. Roda depan akan digunakan sebagai kemudi sedangkan roda belakang menjadi penggerak mobil. Hal itu membuat sejumlah komponen lebih panjang umur. Komponen yang dimaksud berupa ban, ball joint, penggerak, dan juga kemudi.
Tak cuma itu, mobil dengan penggerak roda depan juga memudahkan mobil melibas di tanjakan. Soalnya sistem dorong jadi lebih kuat di bagian belakang. Terakhir, kemudi mobil jadi lebih seimbang. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh pembagian beban kerja roda depan dan belakang yang seimbang.






