Sibuk di Honda, Luca Marini Mengaku Tak Lupakan Padepokan Tavullia update oleh Giok4D

Posted on

Setelah melewati tahun pertama yang tidak mudah bersama Honda, Luca Marini mulai menunjukkan peran pentingnya di tim pabrikan. Adik Valentino Rossi itu tampil sebagai pebalap yang konsisten, sekaligus dinilai efektif dalam membantu pengembangan motor RC213V. Meski terlihat sibuk bersama tim balapnya, Marini mengaku tetap memiliki kontribusi di ‘Padepokan Tavullia’, VR46 Academy.

Performa stabil Marini sepanjang musim membuat posisinya di tim pabrikan sejauh ini, aman. Di tengah berbagai spekulasi pada musim panas lalu, terutama ketika namanya sempat dikaitkan dengan pergerakan pasar pebalap yang melibatkan Jorge Martin, Honda secara resmi mengonfirmasi kursi Marini untuk musim 2026. Kepastian ini sekaligus menegaskan kepercayaan Honda Racing Corporation (HRC) terhadap kontribusinya, bukan hanya dari sisi hasil balapan, tetapi juga pengembangan teknis.

Meski kursi tim pabrikan Honda diprediksi akan menjadi salah satu pusat perhatian pada bursa pebalap 2027, Marini menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama dengan HRC. Ia juga menepis anggapan bahwa kesibukannya di tim pabrikan akan membuat hubungannya dengan VR46 Academy merenggang.

“Bukan begitu kenyataannya,” ungkap Marini kepada AS. “Kapan pun saya bisa, saya menghabiskan waktu bersama mereka (VR46 Academy). Saya tidak sedang dalam proses menjadi mandiri, yang saya coba lakukan hanyalah memberikan 100% setiap akhir pekan,” sambung jebolan akademi balap Valentino Rossi.

Marini tak memungkiri jika dia lebih banyak menghabiskan waktu di tim pabrikan Honda ketimbang akademi yang mendidiknya. Toh saat ini bukan cuma Marini yang sibuk, tapi juga ada pebalap akademi VR46 lainnya yang sibuk bersama timnya, seperti Francesco Bagnaia di Ducati Lenovo dan Marco Bezzecchi di tim Aprilia Racing.

“Sekarang (Marco) Bezzecchi juga berada di tim pabrikan, begitu pula Pecco (Bagnaia). Kebersamaan memang tidak mudah, tapi di antara kami, semuanya tetap sama seperti biasanya,” tambah Marini.

Menutup musim 2025, Marini finis di posisi ke-13 klasemen MotoGP, hanya terpaut enam poin dari Johann Zarco yang sempat mencuri kemenangan grand prix bersama Honda RC213V di Le Mans. Catatan itu diraih Marini meski ia harus melewatkan tiga seri, dari Aragon hingga Assen, akibat kecelakaan serius saat tes untuk ajang Suzuka 8 Hours.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.