Mobil pelat dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan nomor 51692-00 viral lagi. Pelat tersebut kini terpasang pada mobil BMW 420i, tahun lalu disalahgunakan menempel pada Toyota Fortuner.
Kemhan menegaskan bahwa pelat nomor yang menempel di mobil asal Jerman tersebut adalah bodong alias palsu.
“Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pelat tersebut palsu dan tidak sah, serta tidak pernah diberikan izin penggunaannya,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Dia menjelaskan sedan BMW tidak masuk dalam inventaris kendaraan dinas. Dia juga mengatakan, pelat nomor tersebut pernah digunakan, namun izin pelat sudah berakhir. Kemhan menyebut pelat dengan nomor serupa pernah digunakan oleh Fortuner dan sempat viral.
“Adapun pelat tersebut pernah digunakan secara resmi oleh Mayjen TNI (Purn) Sudibyo, M.Si saat menjabat Warek I Unhan RI, namun izin penggunaan berakhir pada 1 Juni 2025 dan tidak diperpanjang, namun pelat yang sama pernah disalahgunakan pada kendaraan Toyota Fortuner dan sempat viral sekitar awal tahun 2025,” jelasnya.
Pada awal tahun lalu, rekaman video memperlihatkan mobil pelat dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjadi sorotan. Mobil tersebut berhenti di pinggir jalan.
Yang menjadi perbincangan di media sosial, ada seorang wanita yang berdiri di samping mobil dinas Kemhan itu. Dinarasikan, pejabat yang ada di mobil Kemhan itu hendak menyewa pekerja seks komersial (PSK).
Ricardo mengatakan penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum. Kemhan bersama TNI saat ini tengah melakukan penertiban.
“Penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum dan bukan cerminan kebijakan institusi. Saat ini Kemhan tengah berkoordinasi dengan POM TNI, Polri, serta aparat penegak hukum kewilayahan untuk melakukan penertiban, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menyikapi setiap informasi di berbagai media secara bijak, menunggu klarifikasi resmi,” pungkasnya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
